Pangkalpinang – Dalam rangka Semarak Bulan Bahasa dan Sastra SMAPA tahun 2026, SMA Negeri 4 Pangkalpinang menggelar pelatihan menulis feature bagi para murid. Kegiatan bertajuk SMAPA Menulis ini diselenggarakan selama sehari penuh pada Selasa (20/10).
Keseriusan SMAPA dalam meningkatkan kompetensi menulis para murid diwujudkan dengan mengundang praktisi sebagai pemateri pada kegiatan pelatihan menulis feature. SMAPA mengundang jurnalis harian lokal Babel Pos, Tri Harmoko untuk mengupas tuntas teknik penulisan feature. Sebanyak 15 murid perwakilan kelas X dan XI menyimak paparan materi dari sosok yang memiliki banyak pengalaman sebagai juri dalam berbagai kegiatan lomba menulis feature.
Usai mendengarkan paparan materi, para murid mempraktikkan secara langsung ilmu yang telah diperoleh. Tiap-tiap murid membuat satu feature sesuai tema yang telah ditentukan dan data mentah yang telah disiapkan sebelum pelatihan. Dalam waktu kurang lebih tiga jam, tiap peserta berhasil merampungkan satu tulisan feature.
“Kita merancang kegiatan ini tidak hanya berhenti di pelatihan, tetapi dilanjutkan dengan perlombaan. Jadi, hasil karya para peserta kita lombakan sehingga harapannya anak-anak semakin termotivasi untuk terus berkarya,” terang Aegustinawati, penanggung jawab kegiatan.
Ada tiga tema besar yang disiapkan panitia, yakni profil sekolah, profil kepala sekolah, dan perjalanan ekstrakurikuler SMAPA.
Tri Harmoko mengaku sangat mengapresiasi upaya SMAPA dalam meningkatkan kompetensi menulis para murid. “Ini pertama kalinya saya diundang sebagai pemateri yang khusus berbicara tentang feature. Biasanya pelatihan jurnalistik secara umum,” ujar Sekretaris Asosiasi Jurnalis Indonesia (AJI) Kota Pangkalpinang ini.
Dalam paparannya, Tri menjelaskan bahwa feature memang tulisan khas yang berbeda dari berita pada umumnya yang bersifat harian. Menulis feature memang membutuhkan kejelian dan kedalaman mengenali objek penulisan. Dengan begitu, penulis dapat mendeskripsikan objek penulisan dengan baik kepada pembaca. Dari aspek bahasa, feature juga memiliki ciri khas yang membedakannya dari karya jurnalistik yang lain karena lebih banyak menyentuh sisi emosional manusia.
“Menulis memang tidak bisa sekali jadi. Menulis membutuhkan proses yang terus-menerus. Oleh sebab itu, adik-adik harus terus belajar dan terus mencoba,” pesan Tri di akhir sesi pelatihan.
Kepala Satuan Pendidikan SMA Negeri 4 Pangkalpinang, Siti Rofiqoh, S.Pd., M.Pd. mengatakan bahwa melalui kegiatan SMAPA Menulis diharapkan akan muncul bibit-bibit penulis andal dari SMAPA. “Tugas sekolah adalah menyediakan wadah bagi para murid untuk meningkatkan kompetensi sehingga kelak mereka akan tumbuh menjadi sosok-sosok yang berpengaruh di tengah masyarakat sesuai bidangnya masing-masing termasuk dalam kepenulisan,” ucap Siti Rofiqoh. (ae)