Pangkalpinang – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pangkalpinang melakukan uji kualitas udara ambien di lingkungan SMA Negeri 4 Pangkalpinang. Pelaksanaan uji kualitas udara dilaksanakan pada Kamis (29/10) hingga Jumat 30/10). Tim Kegiatan Uji Kualitas Udara Ambien Kota Pangkalpinang terlihat memasang seperangkat alat pengujian kualitas udara sejak Kamis pagi.

“Sesuai prosedurnya, pelaksanaan uji kualitas udara ambien memang harus dilakukan selama 24 jam. Karena itu, tim kami akan berada di lokasi tempat pemasangan alat selama 24 jam. Hasilnya nanti dapat kita ketahui dalam waktu 14 hari kerja,” terang Ketua Tim Kegiatan Uji Kualitas Udara Ambien Kota Pangkalpinang tahun 2026, Siti Rofaidah, S.ST.

Ia menjelaskan bahwa uji kualitas udara yang dilaksanakan DLH Kota Pangkalpinang dilakukan di 12 titik sejak 12 Oktober dan berakhir pada 28 Oktober. SMA Negeri 4 Pangkalpinang menjadi titik terakhir pemantauan. Lokasi SMAPA mewakili pemantauan kualitas udara di wilayah perbatasan antara kota dan kabupaten. Sebelumnya, DLH Kota Pangkalpinang telah mengambil 11 sampel kualitas udara di sejumlah sektor seperti perkantoran, permukiman, dan industri.

Siti Rofaidah mengungkapkan bahwa dalam pelaksanaan uji kualitas udara tahun ini, pihaknya bekerja sama dengan DLH Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Pemkot Pangkalpinang menyewa alat uji kualitas udara berikut teknisi yang sudah tersertifikasi dari DLH provinsi.

“Kita masih memiliki keterbatasan dalam hal alat dan SDM karena teknisi untuk pengujian kualitas udara ini harus yang sudah memiliki sertifikat. Tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang,” jelas Siti Rofaidah sembari mengatakan bahwa hasil uji kualitas udara yang dilakukan akan dirilis pada akhir Desember 2026 atau awal Januari 2027.

Kepala SMA Negeri 4 Pangkalpinang, Siti Rofiqoh, S.Pd., M.Pd. mengatakan bahwa pihaknya sangat terbuka dengan segala bentuk kerja sama dari berbagai pihak.

“Kita senang dan siap membantu menyukseskan program-program pemerintah daerah, baik pemerintah provinsi maupun pemerintah kota/kabupaten termasuk kegiatan pemantauan kualitas udara ini. Pemantauan kualitas udara ini sangat penting apalagi pada musim kemarau yang seringkali diiringi dengan kejadian karhutla,” kata Siti Rofiqoh.

Siti Rofiqoh berharap bahwa kualitas udara di Pangkalpinang akan segera membaik seiring dengan hujan yang mulai turun. “Alhamdulillah di Pangkalpinang dan sekitarnya sudah mulai turun hujan. Semoga dengan begitu kualitas udara kita tidak lagi tercemar kabut asap,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *