Pangkalpinang – Prestasi membanggakan kembali diukir oleh murid-murid hebat SMA Negeri 4 Pangkalpinang. Tak tanggung-tanggung, kali ini, murid SMAPA berhasil menyabet dua juara sekaligus dalam satu event perlombaan. Perwakilan SMAPA meraih juara 1 dan 3 dalam lomba Business Model Canvas E-Student 2026 yang diselenggarakan oleh Politeknik Manufaktur Bangka Belitung. Selain itu, sebanyak empat orang perwakilan murid SMAPA juga berhasil lolos dalam Young Coder World Cup 2026 yang mengangkat tema “Impactful AI Generation”.
Dalam lomba Business Model Canvas E-Student 2026 yang mengusung tema “Young Enterpreneur: Create, Innovate, and Inspire” , SMAPA mengirimkan dua tim. Tim pertama adalah Tim TASang yang terdiri atas tiga orang anggota tim yaitu Hasan Basri, Bekti Tri Atmojo, dan Fathian Deryl Ardani. Tim ini membuat produk obat nyamuk yang menggunakan bahan baku dari limbah tangkai sahang. Tim TASang memanfaatkan kembali limba tangkai sahang yang tidak diolah lagi oleh petani sehingga menjadi produk yang memiliki nilai guna sekaligus nilai jual di masyarakat. Tim TASang berhasil mendapatkan juara pertama.
Tim kedua yang dikirim adalah Sahang Preneur SMAPA atau BuSaBang. Tim ini beranggotakan Quanessya Fhaya Sakhi, Mona Tanisha Putri Dahlia, dan Arya Yuda Zeva. BuSaBang mengubah lada putih Bangka (sahang) menjadi bukhur aromaterapi berkemasan standar retail. Dengan inovasi ini, produk lokal Babel bisa mengisi rak minimarket yang selama ini nyaris kosong dari produk daerah. Tim ini pun berhasil memperoleh penghargaan sebagai juara ketiga. Kedua tim pemenang mendapatkan sertifikat, tropi, dan uang pembinaan.
Pembimbing kegiatan ini, Meiliani Pitriana, S.ST.Par. mengaku sangat gembira bahwa kerja keras murid binaannya berhasil mendapatkan penghargaan di tingkat provinsi. Ia menjelaskan bahwa total peserta dalam perlombaan tersebut ada sebanyak 7 tim. “Ini merupakan kebanggaan bagi kita semua karena murid-murid SMAPA menunjukkan prestasi yang luar biasa,” kata Meiliani.
Sementara itu, Bekti, salah satu anggota tim TASang mengaku sangat bahagia karena usaha yang timnya lakukan akhirnya membuahkan hasil yang menggembirakan. Bekti mengungkapkan bahwa kesulitan yang dialami adalah keterbatasan bahan baku dan waktu yang tersedia.
“Melalui pemilihan produk ini, kami ingin membuat sahang Bangka dikenal luas sehingga Bangka tidak hanya dikenal dengan timah saja,” ungkap Bekti yang merasa bangga dapat berkontribusi memberikan prestasi pada almamaternya.
Dalam lomba Young Coder World Cup 2026, tim SMAPA yang terdiri atas Bunga Eidelweis Lestari, Gisty Abdul Magnolia, Annisa Rizky Almayra, dan Nouva Aidil Arrafah berhasil lolos masuk seleksi tingkat nasional. Keempat perwakilan SMAPA ini berhasil membuat website AI vision dengan tema “Pembeda Jenis Makanan”, “Rubik Speed Solving AI”, “Proyek TKA”, dan “Wajahku”. Empat orang murid peserta lomba ini mendapat bimbingan dari guru TIK SMAPA, Eko Prasetyo, S.Kom.
“Kami bersyukur karena karya yang kami buat bisa lolos dalam seleksi tingkat nasional. Ini hal yang sangat membanggakan bagi kami,” kata Bunga.
Penyerahan sertifikat, tropi, dan uang pembinaan kepada para pemenang dilaksanakan usai upacara bendera Senin (19/10) di halaman utama SMAPA.


