SMAPA Sulap Kelas dengan Nuansa Batik
Pangkalpinang – Ada yang berbeda dengan ruang-ruang kelas SMA Negeri 4 Pangkalpinang pada Jumat (2/10) lalu. Ruang belajar para murid mulai dari kelas X, XI, hingga XII dipenuhi dengan motif batik. Para murid sengaja ‘menyulap’ kelas mereka dengan nuansa batik dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional.
Rasa cinta terhadap batik sebagai warisan Nusantara diwujudkan oleh SMA Negeri 4 Pangkapinang dalam berbagai bentuk karya. Selain mendekorasi kelas dengan motif batik, SMAPA juga menggelar parade batik yang diikuti oleh seluruh warga sekolah. Layaknya model kelas dunia, para guru dan tenaga kependidikan SMAPA dengan mengenakan batik khas dari berbagai daerah tampil memukau di atas karpet merah yang telah disiapkan panitia di halaman sekolah.
Tak ketinggalan, setelah penampilan para guru dan tenaga kependidikan para murid juga mengikuti kegiatan parade batik. Setiap kelas telah menetapkan satu murid sebagai ikon kelas yang mengenakan pakaian batik lengkap dengan aksesoris menarik. Ikon kelas bersama seorang murid yang bertugas sebagai narator diiringi oleh seluruh murid setiap kelas tampil berdasarkan nomor urut yang telah ditentukan di atas karpet merah. Sebanyak 24 ikon batik kelas tampil memesona. Narator bertugas memberikan penjelasan tentang filosofi dari tiap ikon batik yang ditampilkan.
Tak tanggung-tanggung, dalam lomba parade batik ini, SMAPA mengundang juri profesional, yaitu budayawan, Fransiskus A. Fudyanto atau biasa disapa Koko Frans. Juri eksternal ini didampingi oleh dua orang juri lainnya dari internal sekolah.
Terpilih sebagai pemenang pertama dalam lomba parade batik adalah kelas XII-6, lalu juara kedua diraih oleh XI-6, dan juara ketiga diraih oleh kelas X-2. Sementara, untuk lomba kelas terbaik per angkatan jatuh pada kelas XII-6 sebagai juara pertama, kelas XI-5 sebagai juara kedua, dan kelas X-1 sebagai juara ketiga.
Kepala SMA Negeri 4 Pangkalpinang, Siti Rofiqoh, S.Pd., M.Pd. mengatakan bahwa peringatan hari batik rutin digelar di SMAPA sebagai bentuk kecintaan terhadap budaya asli Nusantara. “Batik merupakan bagian dari kekayaan budaya Indonesia yang harus terus kita lestarikan. Salah satu upaya untuk melestarikan batik adalah dengan mengenalkan batik kepada generasi muda kita,” terang Siti Rofiqoh.
Ketua Panitia Pelaksana Hari Batik Nasional, Muttaqin, S.Pd. menjelaskan bahwa persiapan pelaksanaan kegiatan peringatan Hari Batik Nasional di SMA Negeri 4 Pangkalpinang tidak memakan waktu lama. “Alhamdulillah daya kreasi dan daya kritis murid-murid SMAPA terbilang sangat tinggi sehingga kita tidak sulit untuk mengarahkan. Dalam waktu yang cukup singkat, bisa digelar acara yang luar biasa,” jelasnya.















