Jakarta — Upaya penguatan pencegahan penyalahgunaan narkoba melalui sektor pendidikan terus diperkuat oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pertemuan bersama Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) yang berlangsung pada Selasa, 27 Januari 2026, di Kantor BNN RI, Jakarta.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Deputi Bidang Pencegahan BNN RI Irjen Pol. M. Zainul Muttaqien, S.H., S.I.K., M.A.P., Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Dr. (HC) Hidayat Arsani, S.E., Kepala BNN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Brigjen Pol. Eko Kristianto, S.I.K., M.Si., Plt. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Saipul Bakhri, S.Pd., M.M., Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Dr. Ria Agustine, M.Kes., Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kepala SMA Negeri 4 Pangakalpinang, Siti Rofiqoh, M.Pd. Wakil Bidang Kurikulum, Eldawati, M.Pd, dan Guru BK SMA Negeri 4 Pangklpinng, Esa Sri Fatmawati, S.Pd.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung memaparkan pelaksanaan integrasi kurikulum anti narkoba yang telah diterapkan di SMA Negeri 4 Pangkalpinang sebagai sekolah percontohan. Program ini diproyeksikan untuk dikembangkan sebagai model integrasi kurikulum anti narkoba tingkat nasional, sejalan dengan penguatan peran pendidikan dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba.

Implementasi program tersebut diperkuat melalui pembinaan karakter peserta didik, termasuk pengembangan Satuan Karya (Saka) Anti Narkoba, serta didukung perangkat pembelajaran yang terstruktur. Kepala SMA Negeri 4 Pangkalpinang, Siti Rofiqoh, M.Pd., beserta jajaran, hadir melakukan audiensi dengan Direktur Advokasi BNN RI sekaligus menyerahkan Buku 1 Asesmen Awal Anti Narkoba, Buku 2 Modul Ajar Integrasi Kurikulum Anti Narkoba, dan Buku 3 Buku Saku Integrasi Kurikulum Anti Narkoba, yang telah disunting oleh Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebagai perangkat pendukung implementasi program di satuan pendidikan. Hasil pertemuan tersebut akan ditindaklanjuti melalui pembahasan lanjutan bersama Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSK) Kemendikdasmen.

Melalui rangkaian kegiatan ini, SMA Negeri 4 Pangkalpinang diharapkan menjadi rujukan praktik baik nasional dalam implementasi integrasi kurikulum anti narkoba. Gubernur Kepulauan Bangka Belitung menegaskan bahwa sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan ketahanan generasi muda. “ Pendidikan yang kuat adalah benteng utama untuk melindungi anak-anak kita dari ancaman narkoba demi masa depan bangsa,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *